Thanks for the maker of these blogtheme

Date and Time

Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2022

"Humans are capable of doing cruel things to another human"


Luar biasa dan ngeri-ngeri sedap. Disaat hampir kebanyakan perhatian masyarakat Indonesia mengikuti sebuah kejadian luar biasa atau kriminal khusus. Dimana seorang Polisi dieksekusi (dibunuh) di rumah dinas seorang Jenderal Polisi bintang dua dan dilakukan atas rencana Jenderal itu sendiri. kemudian diperparah dengan dibuatnya skenario bahwa terjadi tembak menembak sampai adanya pelecehan seksual...hemmm:(

Jujur saja saya termasuk yang mengikuti dari sejak awal kasus ini terjadi dan saya sudah menduga bahwa ini bukanlah sebuah kriminal biasa. Disaat semua mata kita saat itu tertuju kepada penggerebekan sebuah pesantren di Jawa. Padahal pada rentang waktu tersebut terjadi pembunuhan yang luar biasa yang melibatkan seorang yang luar biasa (mungkin bisa dikatakan digadang-gadang akan menjadi the Next KAPOLRI). Namun malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Kejadian yang sangat mencoreng institusi POLRI akhirnya terjadi.

Banyak pelajaran dari kasus ini. Yang pasti saya menuliskannya seperti ini;
  1. Agama adalah sebuah benteng utama dan terakhir dalam menghadapi persoalan dunia ini
  2. Kesabaran menjadi sebuah jalan terbaik
  3. Keinginan dapat menjadi Tuhan bagi manusia yang serakah, Dzalim (jahat) atau semena-mena
  4. Manusia sudah menjadi Firaun-Firaun modern
  5. Tanpa disadari mereka yang hidupnya selalu terpenuhi dan terjamin tanpa harus bekerja keras, cenderung akan merasa bagaikan Tuhan.

Seorang anak manusia dieksekusi hanya untuk memuaskan nafsu angkara murka belaka. Autopsi kedua dilaksanakan dan menemukan banyak temuan-temuan yang tentu saja mengerikan sekaligus menyedihkan. Lawyer dari sang Polisi yang terbunuh menyatakan ada peluru yang menembus dari belakang kepala sampai keluar hidung dengan kemungkinan jarak tembak sekira 2 meter. Terdapat luka-luka seperti sayatan dan fraktur tulang, juga hal menyedihkan lainnya, yang membuat kita miris dan merasa iba terhadap sang Brigadir.

"Manusia dapat berbuat keji terhadap manusia lainnya hanya dikarenakan sebuah kesalahan yang sebetulnya dapat dimaafkan bahkan dilupakan" betul kata pepatah "Janganlah membuat keputusan disaat kita sedang Bernafsu"

Pantaslah 1400 tahun yang lalu. Nabi Muhammad Shollohu 'Alaihi Wa Salam bersabda saat seorang sahabat bertanya;
"Ya Rasul, perang apakah lagi yang akan lebih dahsyat dari pada perang Badar?"
Rasulpun menjawab, "Perang melawan Hawa Nafsumu."


Penulis berharap momentum ini menjadi sebuah Momentum terpenting bagi Kapolri kita Bapak Listyo Sigit untuk betul-betul membenahi Institusinya dan mengembalikan kepercayaan publik. Sesuai janji Beliau "bila tidak dapat membersihkan ekornya, maka potong kepalanya"

Apapun motif yang nanti terbuka. Penulis hanya berharap, kita sebagai manusia yang beradab dan memiliki insting kemanusiaan ditambah percaya terhadap Tuhan dan hari pembalasan, semoga selalu dapat waspada dan Eling alias sadar akan semua yang akan kita perbuat atau lakukan.

Sebuah curahan hati penulis yang semoga dapat menambah wawasan kalian yang membacanya.